ALASAN DESA BANYUNING MEMILIKI BANYAK PURA DALEM

Selamat datang di bestudy, kali ini saya akan posting mengenai daerah atau desa tempat saya bernaung, yaitu Desa Banyuning. Pada posting kali ini saya akan mengulas mengenai sejarah dan mengapa didesa banyuning terdapat banyak pura dalem, dan posting ini juga sebagai tugas untuk memenuhi dari nilai pada mata pelajaran IPS. baiklah ini dia ulasah tentang desa banyuning, check this out…

GambarAsal mula nama Desa/Kelurahan Banyuning adalah Monaspathika dimana nama-nama Monaspathika diambil dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari kata Mona dan Spathika. Mona berarti diam/hening, Spathika berarti air. Jadi kata Monaspathika diartikan air yang hening/Banyuning. Desa Monaspathika sudah ada pada abad 13 dimana pada jaman itu masyarakat Monaspathika tebal keyakinannya terhadap adanya Polipos gaib yang ada pada pohon-pohon yang besar dan batu-batu yang besar maka dari itu dibangunlah Pura Pemaksanan yang sekarang diberi nama Pura Gede Pemayun. Disamping itu ada pula Pura Pemaksan yang lain seperti Pura Pemaksan Kangin, Pura pemaksan kauh yang diberi nama Pura Kerta. Lama-kelamaan begitu Mpu Kuturan dating ke Bali, berdirilah Pura Kayangan Tiga di antaranya: Pura Desa/Bale Agung, Pura Dalem, dan Pura Segara. Kemudian Dalem Shili menyerahkan prasasti Raja Purana kepada bendesa Monaspathika di mana prasasti/Raja Purana terebut ditempatkan di Pura Pemaksan Kauh (Pura Kerta) dan lama kelamaan Desa Monaspathika semakin menyempit dan bagian baratnya semakin utuh. Dan bagian lainnya yaitu:

  • Sebelah utaranya disebut subak kayu pas karena orang minum air dikedat rawa-rawa membuat orang mati yang airnya mengandung racun yang diakibatkan dari pohon-pohon yang tumbuh disitu dari itulah tempat tersebut disebut Subak Kayu Pas.
  • Sebelah selatannya subak padangkeling yang ceritanya ada orang kalingga tidak cocok dengan raja Monaspathika tentang awig-awig dan dia menyingkir keselatan buat pondok-pondok disebut Desa Padangkeling
  • Sebelah timurnya subak kayu jati disebut subak jati karena disana ada pohon-pohon jadi banyak yang ditebang oleh orang-orang Bebetin dan buat pondok disana disebut Kubujati dan subaknya disebut Subak Jati.
  • Sebelah timurnya tukad buus dibuat sawah diberi nama Subak Banyuning. Jadi seseungguhnya Monaspathika menurut Pof. Berandes orang Belanda orang Belanda tahun 1868 artinya Monaspathika: Mona = Ning Spatika yaitu berkilau, berobat sama dengan Yeh (yeh ning) dan disebut Banyuning.

Kemudian Banyuning menganut penyepian khusus yaitu pada bulan September sasih ke tiga dengan hal membuat pecaruan yang dilaksanakan pada waktu matahari berada nol derajat itu didasari penduduk Banyuning pada waktu itu kena wabah penyakit serta ditambah melakukan penyepian umum (penyepian umat hindu).

Sejarah telah saya ulah kini giliran mengapa di desa banyuning banyak terdapat pura dalem, Pada walanya desa banyuning hanya memiliki satu pura dalem yaitu Pura Dalem Purwa yang terletak di banyuning barat. Namun karena letak Banyuning Barat dengan Banyuning Timur berjauhan maka warga Banyuning Timur atau yang lebih tepatnya keluarga Punduh Labak, Punduh Tengah mengusulkan untuk menanam mayat di tegal mereka. Lama kelamaan diikuti oleh warga yang lain sehingga didirikkanlah sebuah pura dalem yang bernama Pura Dalem Cenik/Timur dan sampai sekarang di cungkub Kahyangan hanya keluarga Punduh Tegeh yang boleh menghaturkan daksina. Pura dalem yang ketiga adalah Pura Dalem Kresek, awal mulanya dari permohonan keluarga dari Bebetin kepada Raja karena warga yang bertempat di Banyuning Utara  dominan adalah  warga Bebetin. Keluarga bebetin memohon agar diperkenankan menanam mayatnya di tegal Kresek-Kubujati karena jarak antara Banyuning Utara dengan Banyuning Barat sangat jauh, maka sampai saat ini Pura Dalem Kresek disungsung oleh masyarakat Kubujati. Sehingga Pura Dalem Purwa yaitu pura dalem tertua diusung oleh warga Banyuning Tengah dan Banyuning Barat, Pura Dalem Cenik diusung oleh warga Banyuning Timur, dan pura dalem yang terakhir yaitu pura Dalem kresek diusung oleh warga Banyuning Utara.

Baik cukup sekian ulasan mengenai desa banyuning. Saya ucapkan terima kasih untuk para pembaca dan kunjungi selalu bestudy. Jangan lupa juga untuk memberikan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s